Kebiasaan Sarapan yang Bisa Meningkatkan Risiko Kematian Dini, Catat Jangan Sampai Menyesal di Kemudian Hari!

By Kintan Nabila, Jumat, 28 Januari 2022 | 10:00 WIB
Kebiasaan sarapan yang meningkatkan risiko kematian dini (Pexels.com/Farhad Ibrahimzade)

Nakita.id - Apakah Moms, termasuk orang yang suka sarapan di pagi hari?

Rugi sekali kalau kita melewatkan sarapan, karena segudang manfaatnya yang bagus untuk kesehatan.

Namun, sering kali kita melakukan beberapa kebiasaan yang salah saat sarapan yang bisa meningkatkan risiko penyakit kronis.

Penyakit-penyakit tersebut, merupakan peyebab kematian di usia dini yang paling umum.

Misalnya seperti seperti diabetes, kanker, dan penyakit jantung. Melansir dari Eat This , berikut kebiasaan sarapan yang berdampak buruk pada kesehatan.

1. Sarapan  daging asap meningkatkan risiko kankerDalam sebuah studi Februari 2020 yang diterbitkan dalam International Journal of Epidemiology menemukan bahwa, makan satu potong daging asap per hari (25 gram) meningkatkan risiko kanker kolorektal sebesar 20 persen.

Menurut American Cancer Society, 37 persen pasien dengan kanker kolorektal memiliki tingkat kelangsungan hidup 5 tahun lebih rendah daripada mereka yang tidak menderita kanker. Baca Juga: Selama Ini Salah Sangka, Ternyata Sarapan dengan Cara Seperti Ini Malah Ampuh Menurunkan Berat Badan, Ingin Tahu Caranya?

2. Minum jus buah manis untuk sarapanSebuah studi pada September 2019 yang diterbitkan dalam jurnal Diabetes Care menemukan bahwa, asupan jus buah 100 persen hingga setengah cangkir atau lebih per hari meningkatkan risiko diabetes tipe-2 2.

Diabetes tipe-2, merupakan penyebab utama kematian ketujuh di AS, sebesar 16 persen.

Alternatifnya, para peneliti menyarankan untuk mengganti jus dengan sepotong buah utuh, yang mengandung lebih banyak serat.3. Minum jus grapefruit saat sarapan dapat mengganggu kerja obat Penggemar jus grapefruit atau jeruk Bali merah sebaiknya mulai berhati-hati jika sedang minum obat.

Food and Drug Administration mencatat bahwa jus grapefruit dapat berinteraksi dengan obat-obatan.

Jus ini dapat membuat obat-obatan, seperti obat penurun kolesterol (atorvastatin) dan penurun tekanan darah (nifedipine) yang masuk ke aliran darah memiliki konsentrasi lebih tinggi.