Nakita.id - Merasakan perut mulas seperti mau BAB saat hamil 9 bulan tolong jangan disepelekan.
Bukan tanpa alasan, merasakan perut mulas saat hamil 9 bisa jadi tanda melahirkan.
Ya, sebentar lagi Moms bisa melihat bayi yang selama dikandung.
Namun perlu diketahui kalau tidak hanya ciri melahirkan merasakan perut mulas saja, tapi ada beberapa ciri-ciri yang harus diketahui oleh Moms.
Apa saja? Mengutip dari Tabloid Nakita berikut ciri melahirkan selain merasakan perut mulas.
1. Kontraksinya kuat dan kencang
Berbeda dengan mulas palsu, kontraksi mulas tanda melahirkan terasa kuat.
Bahkan rasa mulas cenderung lebih kencang sehingga membuat rasa mulas terasa lebih berat.
2. Waktu kontraksi
Kontraksi ciri-ciri mulas tanda melahirkan biasanya terjadi di usia kehamilan 37-40 minggu.
Di usia kandungan ini kontraksi yang Moms rasakan menandakan si calon buah hati sudah siap dilahirkan.
3. Lokasi kontraksi
Saat Moms merasakan kontraksi mulas tanda melahirkan, perasaan mulasnya mendominasi di atas perut atau fundus.
Lalu merambat ke pinggang, atau dari pinggang merambat ke perut bagian atas dan bawah.
Perasaan ini biasanya hilang dan timbul dengan sendirinya.
4. Mulas teratur dan sering
Cara mudah membedakan kontraksi tanda melahirkan degan kontraksi palsu ialah, mulas tanda melahirkan terjadi secara teratur dan sering.
Umpama, awalnya mulas terjadi 2 kali dalam 10 menit yang umumnya belum diiringi pembukaan.
Selanjutnya bertambah menjadi 3-4 kali dalam 10 menit diiringi dengan pembukaan mulut rahim.
Atau, terjadi secara kontinu setiap 5 menit.
Lama waktu mulas biasanya lebih lama, dari sebelumnya 10 detik, meningkat 30-60 detik, lalu menjadi 60-90 detik.
5. Bloody Show
Mulas asli biasanya akan diikuti dengan keluarnya lendir bercampur darah yang disebut bloody show.
Inilah saatnya bayi dilahirkan.
Dokter beserta tenaga medis lain akan membantu Moms menjalani persalinan.
Setelah mengalami mulas tanda melahirkan, dokter akan mengobservasi mulas yang dialami Moms.
Kemudian melihat keadaan fisik seperti ada atau tidaknya pembukaan mulut rahim, penipisan serviks.
Mendeteksi apakah kepala bayi sudah di jalan lahir, pecahnya ketuban, dan kondisi fisik ibu secara umum juga bisa dilakukan sebagai pilihan.
Dari observasi tersebut, dokter bisa menyimpulkan apakah mulas yang Moms rasakan termasuk asli atau palsu.
Jika mulasnya asli, maka rumah sakit atau rumah bersalin akan segera menyiapkan kamar perawatan.
Petugas biasanya sudah bersiap untuk dilakukan persalinan.
Moms akan dipantau setiap 4 jam untuk melihat pembukaan, penurunan kepala bayi, dan frekuensi mulas.
Jika pembukaannya terbilang lambat, sementara Moms sudah waktunya bersalin biasanya dokter akan memberikan obat penambah mulas.
Ini disebut dengan akselerasi persalinan, supaya pembukaan mulut rahim berjalan baik.
Tahap pembukaan ini (kala I) terbagi dalam dua fase, yaitu laten (pembukaan 0-3 cm) dan aktif (pembukaan 3-10 cm).
Untuk mencapai pembukaan sempurna, biasanya dokter mengusahakan hingga Moms dapat mencapai pembukaan 10.
Pembukaan ini biasanya telah mencapai kira-kira 10 cm, sehingga bayi mudah keluar.