Sambut Hari Kanker Sedunia 2023, YKI dan Takeda Indonesia Berkolaborasi Demi Tutupi Kesenjangan Akses Pengobatan Inovatif Kanker Limfoma Hodgkin

By Shannon Leonette, Kamis, 23 Februari 2023 | 19:37 WIB
Demi menekan angka kanker di Indonesia, khususnya kanker limfoma Hodgkin, YKI dan Takeda Indonesia berkolaborasi. (Dok. Press Release)

Nakita.id - Tahun ini, Hari Kanker Sedunia dirayakan pada 2 Februari 2023.

Berdasarkan data Globocan, terdapat 1.188 pasien baru yang terdiagnosis kanker limfoma Hodgkin di Indonesia, yang banyak ditemukan pada usia 15-30 tahun dan kelompok usia diatas 55 tahun.

Sementara itu, angka kematian akibat kanker limfoma Hodgkin pada tahun 2020 mencapai 363 kasus.

Sebagai informasi, kanker limfoma Hodgkin ini merupakan jenis kanker yang menyerang sistem kelenjar getah bening, yang merupakan kumpulan jaringan dan organ yang membantu tubuh menyerang infeksi dan penyakit.

Menurut Dr. dr. Andhika Rachman, Sp.PD, KHOM, FINASIM, umumnya gejala dari kanker ini berupa pembesaran kelenjar getah bening di leher, ketiak, atau pangkal paha, yang dapat disertai B symptoms.

Diantaranya demam tinggi (lebih dari 38 derajat Celcius, berkeringan di malam hari, penurunan bobot berat badan lebih dari 10% bobot selama 6 bulan.

"Dan gejala lain seperti gatal-gatal, kelelahan yang luar biasa, dan mengalami intoleransi terhadap alkohol," ungkap dr. Andhika.

Melihat kasus ini, PT Takeda Indonesia bersama dengan Yayasan Kanker Indonesia (YKI) mengadakan diskusi media bertajuk 'Limfoma Hodgkin: Menutup Kesenjangan Akses Pengobatan Inovatif Untuk Limfoma Hodgkin', Kamis (23/3/2023).

Diskusi media ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran mengenai Limfoma Hodgkin, tema ini sesuai dengan tema besar Hari Kanker Dunia yaitu 'Closing the Gap in Cancer Care'.

"Dalam rangka Hari Kanker Dunia 2023 ini, Yayasan Kanker Indonesia menyampaikan pentingnya pemangku kepentingan dan masyarakat bergandeng tangan dalam meningkatkan pengetahuan tentang kanker, mengatasi kesenjangan perawatan kanker, dan mendorong pencegahan kanker. Termasuk, pada kesempatan ini kanker limfoma hodgkin," kata Prof. Dr. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, Sp.PD-KHOM, FINASIM, FACP.

Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia ini juga menyampaikan bentuk apresiasinya atas kolaborasi dengan PT Takeda Indonesia.

Baca Juga: Ari Lasso Ucap Syukur Atas Kondisi Kesehatanya, Kini Seluruh Pengobatan Kanker yang Dijalani Telah Berakhir