Menghindari Kehamilan Lewat Waktu, Patuhi Jadwal Kontrol Kehamilan

Jumat, 11 Mei 2018 | 15:22
Thinkstock

Kehamilan lewat waktu dapat dicegah dengan cara melakukan pemeriksaan kehamilan secara teratur, minimal 4 kali selama menjalani kehamilan.

Pada ibu dapat mengakibatkan distosia (kesulitan melahirkan) karena aksi uterus tidak terkoodinir dan perdarahan pascapersalinan.

Tanda-tanda kehamilan yang lewat waktu bisa membahayakan janin setelah lahir. Di stadium 1, kulit bayi mulai kering, rapuh, dan mudah mengelupas. Masuk stadium 2, gejala seperti stadium 1 ditambah warna kehijauan pada kulit.

Terakhir, di stadium3, terdapat warna kekuningan pada kuku, kulit, dan tali pusat bayi

BACA JUGA: Pria Keturunan Afrika-Korea Ini Sukses Jadi Model Profesional di Korea

Kehamilan lewat waktu dapat dicegah dengan cara melakukan pemeriksaan kehamilan secara teratur, minimal 4 kali selama Moms menjalani kehamilan. Yaitu 1 kali pada trimester pertama, 1 kali pada trimester kedua, dan dua kali pada trimester ketiga.

Jika memungkinkan sangat dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan kehamilan sebulan sekali hingga kehamilan berusia 8 bulan, dan seminggu sekali pada saat kehamilan mencapai bulan terakhir (bulan ke-9).

Pemeriksaan yang teratur membuat Moms dan dokter mengetahui dengan benar usia janin yang dikandung, dan mencegah segala hal yang bisa membahayakan Moms dan janin jika terjadi kehamilan lewat waktu. (*)

Tag