Sejarah Pahit Orang Jawa di Suriname, Dianggap Bodoh dan Mudah Ditipu

By Diah Puspita Ningrum, Sabtu, 13 Oktober 2018 | 15:42 WIB
Nasi liwet dan daun pisang di Suriname (Kompas.com (KBRI Paramaribo))

Nakita.id - Sampai awal abad ke-19 Suriname diwarnai bunga-bunga etnis.

Penduduk aslinya sendiri, orang Amerindian, ditambah lagi oleh golongan Bush Negro.Terakhir, orang-orang Eropa dan keturunannya yang mereka namakan orang Kreol.

Baca Juga : Selama 48 Jam Seorang Anak Mencari Pertolongan Setelah Kejadian Kecelakaan Mobil Bersama Keluarganya, Begini Akhirnya

Orang Kreol inilah yang kemudian mendominasi populasi Suriname hingga kini.Tadinya, Kreol hanya sebutan untuk orang Eropa yang dilahirkan di Amerika Selatan atau India Barat, tapi kemudian berkembang menjadi sebutan untuk orang asing yang dilahirkan di Suriname.

Kemudian kedatangan sekitar 32.000 emigran Jawa di Suriname menjadi tonggak awal lahirnya variasi etnis Jawa di tengah-tengah populasi Suriname yang sudah beraneka ragam.

Baca Juga : Artikel Kesehatan Terbaru: Anak Batuk Lakukan Ini, Bukan Memberinya Obat Karena Berbahaya!Hingga 1972, populasi orang Jawa sudah mencapai 58.863 jiwa (sekitar 13%) dari 348.903 penduduk Suriname.Dengan jumlah itu, orang Jawa menempati urutan ketiga, setelah India (38%) dan orang Kreol (31%).Walau demikian, dalam kehidupan sehari-hari orang Jawa tidak lebih dianggap suku minoritas.

Pada saat itu, hanya segelintir orang Jawa di sana yang tahu baca-tulis.

Baca Juga : Seorang Lelaki Pura-pura Dijambret Agar Tak Jadi Belikan Mobil Sang Kekasih, Begini Akhirnya!Rasa tertekan ini semakin terasa akibat sikap dan tegur sapa kasar golongan lain yang menganggap orang Jawa bodoh, pandir dan mudah ditipu.