Saat Diet, Seberapa Sering Harus Menimbang Berat Badan?

By Meisy Billem, Selasa, 18 April 2017 | 06:15 WIB
Saat diet, timbang berat badan Ibu setiap hari. (Dini Felicitas)

Nakita.id - Ketika Ibu sedang berusaha menurunkan berat badan, timbangan kamar mungkin menjadi benda yang paling sering Ibu lihat. Padahal, menimbang berat badan secara teratur lebih menjadi beban daripada menerima manfaatnya. Ibu menjadi kesal jika angka di timbangan tidak juga turun.

Namun studi selama setahun yang dipublikasikan baru-baru ini di International Journal of Obesity menemukan fakta sebaliknya. Mungkin sudah saatnya untuk mulai melihat timbangan sebagai teman bukan musuh, jika Mama ingin menurunkan berat badan atau mempertahankan berat badan yang ideal.

Para peneliti memelajari seberapa sering dan konsisten peserta (jumlahnya 148 dan kebanyakan perempuan) yang menimbang diri sendiri, dan status berat badan mereka. Pada awal penelitian, sebagian perempuan menimbang diri sendiri lima hingga enam kali per minggu; yang kemudian berkurang menjadi empat hingga lima hari seminggu menjelang akhir studi tersebut. Seperempat dari perempuan tersebut tidak menjalankan kebiasaan menimbang badan setiap hari.

Para peneliti menemukan bahwa semakin jarang perempuan menimbang berat badan, semakin naik berat badan mereka. Perempuan yang menimbang beratnya sendiri hampir setiap hari selama 1 tahun tidak hanya kehilangan berat badan lebih banyak daripada mereka yang jarang menimbang, tetapi juga mampu mempertahankan berat badan mereka. Siapa pun yang pernah berusaha menurunkan berat badan pasti tahu, benar-benar sulit untuk mempertahankannya.

"Menimbang berat badan sendiri setiap hari, atau hampir setiap hari, adalah bentuk tanggung jawab diri sendiri," kata Mia Syn, MS, RD, ahli gizi dan ahli diet di Charleston, Carolina Selatan. "Hal ini merupakan informasi faktual yang mungkin memengaruhi kebiasaan makan pada siang hari dan mendorong Ibu untuk membuat pilihan sehat jika menyadari telah keluar jalur dari tujuan."

Yang perlu diperhatikan, jika menimbang berat badan sendiri memicu beberapa hal yang tidak sehat -misalnya Ibu memiliki riwayat gangguan makan, atau melihat timbangan badan membuat perasaan cemas atau depresi- menjauhlah dari timbangan, tambah Syn.

"Yang lebih baik mungkin menimbang berat badan sendiri secara mingguan dan melihat tren jangka panjang," katanya. "Ibu juga mungkin lebih memerhatikan apakah pakaian lama Ibu sudah muat lagi, bukan pada angka pada timbangan sebagai alat ukur berat dan perubahan bentuk tubuh."

Angela Onsgard, RD, seorang ahli diet di Miraval Resort & Spa, menambahkan bahwa jika rencana penurunan berat badan Ibu juga termasuk pembentukan otot, tak usah terlalu banyak menekankan pada angka di timbangan. Tambahkan juga latihan peningkatan kekuatan dalam rutinitas Ibu.

"Meningkatkan massa otot akan meningkatkan jumlah kalori yang Ibu bakar dalam keadaan istirahat, tetapi juga dapat meningkatkan berat badan Ibu secara keseluruhan," kata Onsgard.

Katakanlah, misalnya, Ibu telah memerhatikan porsi makan dan melakukan angkat berat selama satu jam tiga kali seminggu, selain itu menghadiri kelas spin dua kali seminggu. "Ada kemungkinan besar setelah tiga bulan melakukan rutinitas ini, saat Ibu menginjak timbangan, tidak ada perubahan," kata Onsgard. "Hanya dengan melihat berat badan tidak akan memperlihatkan bahwa Ibu telah mendapatkan 2,2 kg otot dan kehilangan 3 persen lemak tubuh."

Jika Ibu memutuskan untuk menimbang badan setiap hari, tanamkan tips ini dalam pikiran:

1. Timbang badan Ibu pada waktu yang sama setiap hari. "Sangat penting untuk diingat bahwa berat badan berfluktuasi per jam berdasarkan beberapa faktor, seperti makanan yang Ibu makan, berapa banyak Ibu minum, apa aktivitas fisik, dan bagaimana pola buang air besar Ibu," kata Syn. Kebanyakan ahli menyarankan menimbang di pagi hari, ketika berat badan Ibu cenderung paling ringan.