Begini Caranya Moms agar Anak Tidak Takut Periksa Ke Dokter Gigi

By Nia Lara Sari, Sabtu, 21 April 2018 | 11:30 WIB
Kalia Labitta, Dokter Gigi (instagram.com)

Nakita.id - Gigi adalah bagian tubuh yang memiliki fungsi yang sangat penting. Selain berfungsi sebagai estetika, gigi juga berfungsi untuk mencerna makanan.

Zat gizi dari makanan inilah yang kita gunakan untuk aktivitas sehari hari.

Begitu pentingnya fungsi gigi ya Moms, bagaimana dengan gigi Si Kecil Moms?

BACA JUGA: Moms, Perlukah Penggunaan Pasta Gigi bagi Anak di Bawah 6 Tahun?

Sudahkah diperiksa ke dokter untuk mengetahui kondisinya?

Saat anak berusia 6 bulan, dan setelah gigi pertama erupsi, periksakan giginya ke dokter spesialis gigi anak.

Selanjutnya, kontrol rutin ke dokter gigi dapat dilakukan setiap 6 bulan sekali atau sesuai permintaan dokter yang memeriksa gigi Si Kecil.

Tidak apa-apa jika hanya sekadar berkunjung walaupun tak punya keluhan, biarkan Si Kecil bertanya-tanya pada dokter gigi sambil melihat-lihat poster dan model gigi.

Semakin dini usia anak diajak ke dokter gigi ketakutannya pada dokter gigi akan berkurang.

Rasa takut ke dokter gigi tidak terjadi dengan sendirinya.

Anak tidak akan takut ke dokter gigi kecuali ia pernah mengalami hal-hal tidak menyenangkan tentang dokter gigi.

Atau bahkan jika anak mendengarnya dari seseorang buruk tentang perawatan gigi.

Itu sebabnya jangan menakut-nakuti anak, apalagi membicarakan suntikan yang biasanya ditakuti oleh sebagian besar anak.

BACA JUGA: Yuk, Jangan Takut Pergi Ke Dokter Gigi

Dalam perawatan gigi, orangtua berperan penting mempersiapkan anak, terutama persiapan mental dan membantu komunikasi dengan dokter gigi.

Apa yang orangtua katakan atau lakukan dapat membantu anak memperoleh pengalaman menyenangkan pada kunjungan pertamanya.

Sejak dini mulailah mengunjungi dokter gigi dan membiasakan kunjungan rutin setiap enam bulan.

Hal ini dapat membuat anak berani dan memahami bahwa dokter gigi bukan sesuatu yang perlu ditakuti.

Selain itu, rutinitas dapat memperkuat kebiasaan perawatan gigi yang baik di masa depan.

Untuk kunjungan pertama, orangtua berperan besar dalam membuat anak memulai memeriksakan gigi.

BACA JUGA: Jangan Dimarahi, Begini Cara Bijak Mengatasi Perilaku Negatif Anak

Bertindaklah dengan wajar dan bijaksana pada kunjungan pertama ini, sebelum kunjungan, usahakan membuat anak akrab dengan ruang praktik dokter gigi.

Bila ada buku yang menceritakan kunjungan seorang anak ke dokter gigi, coba ceritakan kepada anak.

Berikan gambaran apa-apa saja yang akan dilihatnya di dalam ruang praktik dokter gigi dan kira-kira prosedur perawatan yang akan dialami anak.

Bisa juga anak diajak melakukan permainan peran, orangtua sebagai dokter dan anak sebagai pasien, hitung jumlah giginya sambil menyorot rongga mulutnya dengan lampu senter yang dipakai dokter gigi.

BACA JUGA: Ini Cara Ampuh Hentikan Kebiasaan Anak Memasukkan Tangan Ke Mulut

Pujilah bila kondisi giginya baik, dan beri saran bila ada yang kurang.

Kemudian, bergantian biarkan ia yang menjadi dokter giginya.

Bila kunjungan pertama berjalan dengan baik tanyakan kesan-kesan anak dan beri penguatan bahwa kunjungan ke dokter gigi bermanfaat untuk kesehatan Si Kecil

Jangan lupa memberinya pujian atas sikap baiknya saat berada di dokter gigi.