Nakita.id - Kerokan, sebuah metode pengobatan tradisional yang melibatkan penggesekan kulit dengan alat khusus untuk meningkatkan sirkulasi darah, sering kali dianggap sebagai cara yang efektif untuk meredakan berbagai masalah kesehatan.
Namun, ketika seorang wanita sedang hamil, pertanyaan muncul: apakah ibu hamil boleh melakukan kerokan di punggung?
Dalam artikel ini, kita akan membahas mitos dan fakta seputar kerokan selama kehamilan.
Sebagian orang percaya bahwa melakukan kerokan pada ibu hamil dapat merusak janin karena proses penghisapan udara di bawah alat kerokan.
Namun, ini lebih merupakan mitos tanpa dasar ilmiah.
Kerokan yang dilakukan dengan benar biasanya tidak menciptakan tekanan yang cukup besar untuk merugikan janin.
Beberapa orang mengkhawatirkan bahwa kerokan dapat merangsang titik-titik tertentu yang dapat menyebabkan keguguran.
Namun, tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim ini.
Keguguran umumnya disebabkan oleh faktor-faktor medis yang lebih kompleks dan bukan akibat dari prosedur kerokan.
Beberapa orang mungkin menganggap bahwa kerokan bisa menyebabkan luka atau kerusakan pada kulit, terutama karena terjadi gesekan antara alat kerokan dan kulit.
Namun, ketika dilakukan dengan hati-hati dan oleh orang yang berpengalaman, kerokan seharusnya tidak menimbulkan kerusakan pada kulit.
Baca Juga: Bahaya Kerokan pada Anak dan Bayi, Orangtua Wajib Kenali Risikonya
Jika kerokan dilakukan dengan lembut dan oleh orang yang terlatih, ini umumnya dianggap aman selama kehamilan.
Pijatan lembut pada punggung dengan menggunakan alat kerokan dapat membantu meredakan ketegangan otot dan meningkatkan sirkulasi darah.
Meskipun kerokan dianggap aman, selalu bijaksana untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mencoba metode pengobatan apa pun selama kehamilan.
Setiap kehamilan memiliki kondisi yang berbeda, dan dokter akan memberikan saran yang paling sesuai dengan keadaan kesehatan ibu dan janin.
Ada area di tubuh yang dianggap sensitif selama kehamilan, seperti perut bagian bawah dan daerah pinggang.
Hindari melakukan kerokan di area-area ini untuk mengurangi risiko ketidaknyamanan atau merangsang titik-titik tertentu yang mungkin memicu kontraksi.
Meskipun kerokan dapat memberikan manfaat dalam meningkatkan sirkulasi darah dan meredakan ketegangan otot, keamanan selalu menjadi prioritas utama selama kehamilan.
Jika ada keraguan atau jika ibu hamil merasa tidak nyaman dengan prosedur kerokan, sebaiknya dihindari.
1. Gunakan Alat yang Bersih dan Steril
Pastikan alat kerokan yang digunakan bersih dan steril untuk menghindari infeksi atau iritasi kulit.
2. Hindari Tekanan Berlebih
Baca Juga: Viral Bayi Dikerok Tubuhnya Oleh Pengasuh karena Demam, Ini Bahaya Kerokan pada Bayi
Lakukan kerokan dengan tekanan yang lembut dan hindari tekanan berlebihan pada area tertentu.
3. Lakukan di Area yang Aman
Hindari melakukan kerokan di area perut bagian bawah dan pinggang.
Fokuskan pada punggung dan bahu.
4. Konsultasikan dengan Ahli Terapis
Jika memungkinkan, lakukan kerokan dengan bantuan ahli terapis atau ahli pijat yang berpengalaman dalam menangani ibu hamil.
5. Kendalikan Panas
Jika menggunakan alat kerokan yang memanfaatkan panas, pastikan untuk mengontrol suhu agar tidak terlalu panas dan dapat diterima selama kehamilan.
Sebagian isi artikel ini ditulis menggunakan teknologi kecerdasan buatan.
Baca Juga: Benarkah Kerokan Bisa Menyembuhkan Masuk Angin? Ini Penjelasannya
Rayakan Idulfitri dengan Hidangan Lezat dan Praktis untuk Keluarga, Ini Resepnya
Penulis | : | Kirana Riyantika |
Editor | : | Kirana Riyantika |
KOMENTAR