Tidak hanya itu, tongue tie juga bisa mengalami kesulitan berbicara. Terutama untuk huruf "t," "d," "z," "s," "th," "r" dan "l".
Pada beberapa kasus, tongue tie dapat berubah dengan sendirinya sejak enam minggu pertama kehidupan anak.
Baca Juga : Berita HOAX Kesehatan: Tanggapan Dokter Reisa Tentang Memotong Bulu Mata Bayi Agar Lentik
Namun sayangnya pada beberapa kasus lainnya, tongue tie membutuhkan tindakan khusus. Misalnya dengan pembedahan frenotomy.
Dalam pembedahan ini porsi tertipis dari frenulum dipotong untuk memungkinkan lidah bergerak bebas.
Pembedahan ini dapat dilakukan pada anak yang baru lahir hingga berusia 70 tahun.
Biasanya pada usia dewasa, frenotomy dilakukan dalam pengaturan rawat jalan di bawah anestesi lokal.
Selain frenotomy bisa pula dilakukan frenuloplasty.
Dimana frenelum akan dipotong, dibuang, dan ditutup dengan jahitan.
Pembedahan ini dapat dilakukan jika frenulum tebal dan memiliki banyak pembuluh darah.
Baca Juga : Hati-hati, Susah Makan Bisa Jadi Gejala Gagal Jantung Bawaan Pada Anak
Ketika melakukan frenuloplasty biasanya dilakukan anestesi lokal atau umum.
Selain dua pembedahan tersebut, tongue tie juga bisa melakukan terapi nonbedah.
Yakni dengan memperbaiki posisi dan peletakan mulut anak saat menyusui.(*)
Source | : | Instagram,WebMD,Mayo Clinic,babycenter |
Penulis | : | Fadhila Auliya Widiaputri |
Editor | : | Soesanti Harini Hartono |
KOMENTAR