Sering Merasa Lemas dan Lelah Berkepanjangan? Awas Sederet Gangguan Kesehatan Ini Bisa Jadi Biang Keladinya
Nakita.id - Moms pernah mengalami kelelahan berkepanjangan yang berlangsung selama seharian penuh?
Kelelahan merupakan gejala umum atas kurangnya kekuatan untuk melakukan kegiatan baik upaya fisik atau mental.
Kondisi kelelahan tentu saja sangat mengganggu apalagi ketika kita dituntut untuk selalu aktif beraktivitas.
Kelelahan bisa menjadi lebih intens, tergantung pada penyebab dan kapasitas kalori fisik seseorang.
Mereka yang sering mengalami kelelahan biasanya karena gaya hidup tidak aktif, terutama mereka yang menderita obesitas dapat mengalami kelelahan yang lebih parah bahkan hanya dengan berjalan-jalan.
Terlepas dari hal ini, ada faktor lain yang dapat memicu kelelahan bahkan jika Moms secara fisik sehat.
Berikut 6 kemungkinan penyebab kelelahan sepanjang hari:
1. Hypothyroidism
Hypothyroidism adalah suatu kondisi yang terjadi saat kelenjar tiroid tidak menghasilkan cukup hormon untuk mengatur metabolisme tubuh.
Ini adalah salah satu penyebab kelelahan yang paling sering dan membuat Moms merasa lemah bahkan saat beristirahat.
2. Anemia
Anemia adalah kondisi yang ditandai dengan pengurangan sel-sel darah merah dalam darah.
Ini adalah sel-sel yang bertanggung jawab untuk mengangkut oksigen melalui tubuh.
Seringkali, ketika proses oksigenasi jaringan dan otak menjadi sulit membuat seseorang cenderung merasa lelah dan lemah, baik secara fisik maupun mental.
Selain kelelahan, sesorang dapat menunjukkan tanda-tanda seperti:
- Kulit pucat
- Denyut jantung tinggi saat istirahat
- Rambut dan kuku rapuh
3. Gagal jantung
Gagal jantung terjadi saat jantung kehilangan kemampuan untuk memompa cukup darah ke bagian lain dari tubuh.
Ini karena menghalangi sirkulasi, oksigenasi sel berkurang yang menyebabkan perasaan lemah dan lelah.
Pada tahap awal, mungkin hanya merasa lelah saat melakukan aktivitas sedang.
Namun, seiring waktu, kelelahan kronis akan mengganggu aktivitas sehari-hari seperti misalnya menggosok gigi.
Kelelahan yang disebabkan oleh gagal jantung sering disertai dengan:
- Pembengkakan anggota badan (edema)
- Sesak napas saat melakukan aktivitas fisik atau saat beristirahat
- Tidak ingin melakukan aktivitas apa pun baik itu sedang maupun kecil
- Tekanan darah tinggi
- Kesulitan peredaran darah
- Merasa berat di kaki
- Nyeri di dada
4. Diabetes
Diabetes disebabkan oleh akumulasi glukosa yang berlebihan dalam darah.
Entah karena kurangnya insulin atau resistensi terhadapnya, zat ini tidak digunakan oleh sel untuk menghasilkan energi.
Tanpa mendapatkan cukup gula, sel-sel tubuh "lapar" dan jika mereka tidak melakukan fungsinya dengan benar akan memicu gejala yang menyakitkan.
Seseorang dengan diabetes, selain merasa kelelahan kronis, ada gejala lain seperti:
- Merasa haus
- Penurunan berat bada tiba-tiba
- Perubahan buang air kecil
- Kelemahan di kaki
5. Susah tidur
Kualitas tidur yang buruk memengaruhi seseorang merasa kelelahan fisik dan sulit untuk tetap berkonsentrasi serta aktif secara mental.
Tidur nyenyak, tidak kurang dari 7 jam sangat penting untuk memperbarui energi tubuh.
Jika selama beberapa malam Moms mengalami kesulitan tidur atau jika tidur Moms terganggu, maka Moms mungkin mengalami kelelahan kronis.
Dalam hal ini, Moms mungkin dapat menentukan penyebabnya jika juga mengalami:
- Mengantuk di siang hari
- Sleep anea
- Kesulitan tidur di malam hari
- Merasa seperti tidur tapi tidak memperbarui tubuh Moms
Baca Juga: Inilah 2 Penyebab Utama Ubun-ubun Bayi Cekung, Jangan Anggap Sepele dan Segera Bawa Ke Dokter
6. Depresi
Depresi adalah penyakit psikiatri dan gejala utamanya adalah perubahan suasana hati yang tiba-tiba.
Orang yang menderita depresi juga cenderung merasa sedih.
Kondisi ini berbeda dari kesedihan normal yang biasanya Moms rasakan saat mengalami hal buruk.
Mengabaikan depresi dapat mengubahnya menjadi penyakit kronis yang berhubungan dengan fisik, mental, dan emosional.
Kondisi ini harus dipertimbangkan jika selain kelelahan kronis, Moms mengalami:
- Perasaan putus asa
- Tingkat percaya diri rendah
- Kesedihan mendalam
- Stres dan kecemasan
- Pengasingan sosial
- Hilangnya minat dalam aktivitas harian
Source | : | Step to Health |
Penulis | : | Diah Puspita Ningrum |
Editor | : | Diah Puspita Ningrum |
KOMENTAR