Saksi Kunci Petaka Hilangnya Petobo Akibat Gempa dan Tsunami di Palu Hingga Jenazah yang Makin Menumpuk

By Cynthia Paramitha Trisnanda, Rabu, 3 Oktober 2018 | 14:20 WIB
Warga Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Sulawesi Tengah, mengangkuti barang yang masih bisa diselamatkan dari rumah-rumah mereka yang terendam lumpur yang keluar dari perut bumi pasca-gempa bermagnitudo 7,4 (KOMPAS.com)

Nakita.id - Masih belum beralih pandangan dan doa kita untuk saudara-saudara kita di Palu, Donggala, Sigi dan sekitarnya yang dilanda gempa dan tsunami pada Jumat (28/9/2018) lalu.

Hingga saat ini Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, bahwa korban meninggal dunia mencapai 1.234 orang.

Korban selamat tetapi menderita luka parah juga makin meningkat, bahkan mencapai lebih dari 700 jiwa.

Bantuan kebutuhan dasar pengungsi terbilang masih kurang, karena minimnya akses menuju Palu, terutama beberapa tempat yang terkena dampak serius.

Baca Juga : Sempat Ada di Pantai, Ini Sebab Pasha dan Adelia Selamat dari Gempa Tsunami Palu

Pasalnya, akses jalan rusak parah, bahkan penerbangan sempat ditutup sehingga kurangnya pasokan bantuan.

Bahkan, istri Pasha Ungu, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Wali Kota Palu menuturkan masyarakat sudah mulai resah dan tidak kondusif.

Banyak di antara mereka yang mulai marah-marah karena kelaparan. Stok pangan yang mulai menipis membuat mereka makin resah.

Hal tersebut nampaknya tak hanya dirasakan di sekitar pengungsian Adel, istri Pasha.

Bila kita ingat, Nurrani, gadis yang sempat viral karena mengaku sebagai istri Iqbaal juga berasal dari Palu.

Nurrani tinggal di Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi. Ia mengatakan bahwa di tempat pengungsiannya, bantuan belum datang.

Ia juga menuturkan bahwa belum meratanya bantuan sehingga Nurrani dan penduduk sekitarnya kelaparan dan sangat membutuhkan bantuan.